• Profil

    Blog ini dibuat untuk menyampaikan kreasi dari pembuatnya, bagi anda yang ingin mencari atau mendownload silahkan. atau sekedar mampir juga silahkan. tpi tolong beri komentar yaaa!!!

  • Post Title 2

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla ...

  • Post Title 3

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla ...

  • Post Title 4

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. In dapibus. In pretium pede. Donec molestie facilisis ante. Ut a turpis ut ipsum pellentesque tincidunt. Morbi blandit sapien in mauris. Nulla lectus lorem...

10 Asmaul Husna dan tafsirnya


Asmaul Husna
Al ‘Aziz
Lafal Al-’Aziz ini berasal dari al-’izzah, yakni kekuatan dan kemenangan. Ada pendapat lain mengatakan bahwa maknanya adalah yang menghindarkan diri dari perolehan yang tinggi dari sifat-sifat makhluk. Al-Jili berkata:”Dia (Allah) adalah yang mulia kedudukan-Nya sehingga tidak akan hina, jauh dari pemahaman sehingga tidak bisa dicapai, dan cukup dengan Dzat-Nya sehingga tidak membutuhkan kepada yang lain-Nya.” Imam Al-Ghazali berkata: “Dia (Allah) adalah Dzat Yang Mulia; tidak terrkumpul ketiga makna ini kecuali pada Allah SWT”
Hamba-hamba yang ‘aziz adalah mereka yang dibutuhkan oleh hamba-hamba Allah yang lain dalam urusan-urusan penting mereka, yaitu kehidupan akhirat dan kebahagiaan yang abadi.
Khasiatnya
Barangsiapa berdzikir dengannya selama empat puluh hari, tiap-tiap hari sebanyak empat puluh kali, niscaya Allah akan menolongnya dan memuliakannya, sehingga ia tidak lagi membutuhkan bantuan seorang makhluk pun.

Al Ghaffar

Asal kata Al Ghaffar itu adalah sitr dan taghthiyah, artinya “Merahasiakan” atau “Menutupi.” Jadi, maghfirah dari Allah itu maknanya adalah dirahasiakan-Nya dosa-dosa dan diampuni-Nya dengan karunia dan rahmat-Nya bukan karena tobat seorang hamba atau taatnya. Dalam salah satu hadis Qudsi, Allah SWT berfirman:
Hamba-Ku, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sebanyak bumi itu pula, asal engkau tidak menyekutukan Aku.
Al-Ghaffar itu artinya adalah Dzat yang menampakkkan kebagusan dan menutupi kejelekan di dunia, dan memaafkan hukumannya di akhirat.
Sebagaimana dikatakan di atas, bahwa makna ghafara itu adalah satara (merahasiakan), maka yang pertama-tama dirahasiakan Allah dari hamba-hamba-Nya adalah: dijadikan-Nya keburukan-keburukan badan mereka tertutup di batin mereka, ditutupi oleh kebagusan lahir mereka. Kedua, pikiran jahat dan keinginan buruk mereka ditempatkan-Nya di dalam kalbu, sehingga tidak ada orang yang dapat melihatnya; seandainya segala yang terpendam di dalam hati mereka berupa sifat khianat, buruk sangka dan semua sifat buruk itu tampak dari luar, tentu mereka akan celaka karenanya. Ketiga, dengan maghfirah-Nya itu pula Allah telah merahasiakan dosa-dosa manusia yang sebenarnya pantas dipermalukan di hadapan orang banyak, namun Dia berjanji akan menggantikan kejahatan-kejahatan mereka dengan kebaikan dan janji-Nya adalah benar.
Keberuntungan seorang hamba dengan ism ini diisyaratkan, bahwa ia harus merahasiakan aib orang lain sebagaimana ia ingin orang lain merahasiakan aibnya. Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa merahasiakan aib orang mukmin, niscaya Allah pun akan merahasiakan aibnya pada hari kiamat.”
Dikisahkan bahwa pada suatu hari Nabi Isa as. dan para pengikutnya berjalan melewati bangkai seekor anjing yang telah membusuk. Lalu para pengikutnya berkata: “Alangkah busuknya bau bangkai anjing ini!” Namun nabi Isa as. menjawab: “Alangkah bagusnya gigi putih anjing ini!” Ucapan beliau ini untuk mengingatkan mereka, bahwa seyogyanya yang disebutkan dari segala sesuatu itu adalah kebaikannya, bukan keburukannya.

Al Fattah

Dialah yang dengan inayah-Nya terbuka segala yang terkunci. Dan dengan hidayah-Nya tersingkap segala yang musykil. Terkadang Dia membukakan kerajaan-kerajaan bagi para nabi-Nya, dan mengeluarkannya dari tangan musuh-musuh-Nya. Dan terkadang pula diangkat-Nya hijab dari hati para aulia-Nya, serta dibukakan-Nya bagi mereka pintu-pintu kerajaan langit-Nya dan keelokan kebesaran-Nya. Di Tangan-Nyalah kunci-kunci alam gaib berada, dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia.
Allah berfirman yang artinya:
Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya … (QS. Fathir: 2)
Berakhlak dengan ism ini mengharuskan orang rindu sampai menjadi terbuka kunci-kunci musykilat Ilahiyah oleh lisannya, dan menjadi mudah dengan ma’rifah-Nya urusan duniawi dan ukhrawi yang sulit atas makhluk lainnya, agar ia memperoleh bagian dari-Nya.
Khasiatnya
Ism ini berkhasiat untuk memudahkan urusan, menerangi kalbu, dan menguasai pintu-pintu pembukaan. Barangsiapa membacanya sesudah shalat fajar sebanyak 71 kali, sambil meletakkan kedua tangannya di dadanya, maka Allah akan menyucikan kalbunya, menerangi jiwaanya, dan memudahkan urusannya.

Al-Basith

Al-Basith adalah Dzat yang meluaskan rezeki dengan cara yang dikehendaki-Nya kepada orang yang dikehendaki-Nya.
Al-Basith ialah meluaskan bayangan bagi arwah di dalam kehidupan.
Al-Basith ialah Dzat yang memberi reezeki kepada orang-orang lemah dan meluaskan rezeki kepada orang-orang kaya sehingga tidak tersisa kemelaratan, dan menahannya dari orang-orang miskin sehinggga tidak tersisa kemampuan.
Berakhlak dengan ism ini adalah dengan menahan diri dari semua selain dari Dia, dan melapangkan diri dalam setiap sesuatu yang diridhai-Nya. Tidak menyusahkan orang lain dan tidak terlalu menaruh kepercayaan kepada mereka.
Khasiatnya
Al-Basith adalah: jika seseorang berzikir dengannya seusai mengerjakan shalat Dhuha sebanyak sepuluh kali, sambil mengangkat kedua tangannya ke langit dan kemudian menyapukannya ke mukannya, niscaya Allah akan membukaakan baginya salah satu pintu kekayaan.
Al ‘Adl
Kata ini adalah kata dasar, di mana Allah menyifatkan diri-Nya sebagai sifat mubalaghah, yakni bersifat adil yang sempurna. Dia bersih dari sifat aniaya, baik dalam hukum-Nya maupun dalam perbuatan-Nya. Di antara hukum-Nya mengenai hak hamba-hamba-Nya adalah, bahwasanya tidak ada bagi manusia itu kecuali apa yang dia usahakan, dan bahwa hasil dari segala usahanya itu akan dilihatnya. Sesungguhnya orang-orang yang saleh berada di dalam surga yang penuh dengan kenikmatan, dan bahwa orang-orang durhaka akan dimasukkan ke dalam api neraka jahanam.
Keberuntungan seorang hamba beragama dari ism ini adalah percaya bahwa Allah SWT itu sangat adil, yang tidak terbantahkan pengurusan-Nya, hukum-Nya, dan segala af’al-Nya, baik yang sesuai dengan kehendaknya maupun yang tidak sesuai. Sebab, semuanya itu adil. Dia seperti apa yang seharusnya dan atas apa yang seharussnya. Kalau Ia tidak melakukan apa yang telah dilakukan-Nya itu, tentu akan terjadi perkara lain, yang mungkin akan lebih besar mudaratnya.
Berakhlak dengan ism ini menuntut seseorang agar senantiasa adil dalam menghukum, berperilaku, dan berrsikap, dan tidak boleh menganiaya seorang pun.
Khasiatnya
Barangsiapa menuliskan ism ini pada hari Jumat atau malam Jumat di atas dua puluh iris roti, lalu roti itu dimakannya, maka Allah akan menundukkan seluruh makhluk untuknya.

Al Ghafur
Dia adalah Dzat yang banyak memberikan ampunan dan merahasiakan. Ism ini sama maknanya dengan ism Allah lainnya, yaitu Al-Ghaffar, namun ia memberitakan tentang jenis mubalaghah yang tidak diberitakan oleh Al-Ghaffar. Sebab Al-Ghafur memberitakan tentang mubalaghah yang muncul dari tambahan ampunan yang berulang-ulang. Dia adalah Ghafur dalam arti bahwa Dia memiliki sifat pengampun yang sempurna hingga mencapai puncakknya. Mubalaghah yang dapat dipahami dari Al-Ghaffar adalah menurut jumlah, sedangkan mubalaghah yang dipaahami dari Al-Ghafur itu menurut keadaan.
Berakhlak dengan ism ini menuntut seseorang untuk senantiasa meminta pengampunan dan memaafkan kesalahan orang lain. Inilah kunci ampunan dari Allah SWT, seperti yang difirmankan-Nya di dalam surah An-Nur yang berbunyi:
Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? ..” (QS An Nur: 22)


Khasiatnya

Barangsiapa menuliskan ism ini diatas orang yang sakit demam, niscaya akan sembuh. Dan barangsiapa menuliskan Sayyidul Istighfar lalu dihapusnya dengan air dan diminumkannya kepada orang yang sedang kesulitan dalam menghadapi ajal sehingga lidahnya sulit mengucapkan kata-kata, maka akan menjadi mudahlah saat sakaratul maut orang yang bersangkutan. Ia telah dicoba oleh banyak orang dan berhasil dengan baik.

Al Barr
Al Barr ialah Dzat yang menyampaikan kebaikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dengan lemah-lembut. Al-Barr yang mutlak itu ialah yang semua kebajikan dan kebaikan itu berasal dari-Nya. Sedangkan seorang hamba dapat menjadi barran sesuai dengan kebajikan yang ia lakukan, terutama terhadap kedua ibu bapaknya dan guru-gurunya.
Diriwayatkan dari Nabi Musa a.s. ketika beliau berada di hadirat Tuhannya, beliau melihat seorang laki-laki berada di sisi tiang ‘Arsy, lalu beliau dengan keheranan bertanya kepada Tuhannya: “Oh Tuhan, dengan amal apakah orang ini mencapai derajat ini?”
Allah menjawab: “Ia tidak pernah merasa iri kepada hamba-hamba-Ku yang Aku beri karunia, dan dia juga sangat berbakti kepada ibu bapaknya.”
Berakhlak dengan ism ini menuntut anda agar banyak memberikan manfaat kepada hamba-hamba Allah dan bersikap kasih terhadap mereka.
Khasiatnya
Orang yang berzikir dengan ism ini akan mendapatkan kebajikan di dalam segala hal yang ada.

Ar Ra’uf
Ar Ra’uf berasal dari kata ar-ra’fah yang artinya sangat ramah. Rahmat itu termasuk sifat iradat yang paling tinggi, sebab sifat ini melenyapkan kesulitan dan menolak kejahatan dengan lemah-lembut dan kasih sayang.
Berakhlak dengan ism ini menghendaki Anda bersikap kasih sayang terhadap hamba-hamba Allah, seperti yang dinyatakan oleh Nabi saw.:
Sayangilah orang yang ada di bumi, niscaya kamu akan disayangi oleh yang ada di langit.
Khasiatnya
Barangsiapa berzikir dengan ism ini sepuluh kali ketika sedang dilanda amarah, dan kemudian membaca shalawat kepada Nabi saw. sepuluh kali juga, niscaya akan redalah kemarahannya. Demikian pula jika dibaca di hadapan orang yang sedang marah.

An Nafi’
An Nafi’ artinya yang maha pemberi manfaat. Ism ini adalah ism sifat yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah. Tidak ada kemudharatan, keemanfaatan, kejahatan, dan kebaikan kecuali dengan iradah-Nya jua.
Allah SWT berfirman:
Katakanlah, bahwa semuanya berasal dari sisi Allah.
Namun adab terhadap hak Allah itu mengharuskan agar kejahatan itu dinisbatkan kepada hamba. Sebagaimana ditunjukkan dalam firman Allah dalam mengajak manusia supaya bersikap adab terhadap hak-Nya:
Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri … (QS An Nisa’: 79)
Lihatlah adab Sayyidina Khidhir a.s. yang telah meenisbatkan keaiban kepada dirinya sendiri, sebagaimana diceritakan oleh Allah di dalam firman-Nya:
dan aku bermaksud merusakkan bahtera itu … (QS Al Kahfi: 79)
Padahal, dari cerita sebelumnya, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa beliau melakukan itu adalah atas petunjuk dan kehendak dari Allah, seperti terungkap dalam firman Allah berikut:
dan bukanlah aku melakukan itu menurut kemauanku sendiri … (QS Al Kahfi: 82)
Dikatakan bahwa Yang Memberi mudarat dan Yang Memberi Manfaat itu ialah Dzat yang berasal dari-Nyalah segala kebaikan, kejahatan, kemanfaatan, dan kemudaratan, dan itu semua dinisbatkan kepada Allah SWT; baik dengan perantaraan malaikat, manusia, benda-benda mati, maupun tanpa perantara. Janganlah Anda sangka bahwa racun itu sendiri yang mematikan atau mencelakakan, dan bahwa makanan itu sendiri yang mengenyangkan atau memberi manfaat, dan bahwa malaikat, manusia, setan atau makhluk lain seperti planet, bintang, dan lain-lain bisa memberikan kebaikan, kejahatan, kemanfaatan atau kemudaratan dengan dirinya sendiri. Semua itu adalah dengan sebab-sebab yang ditundukkan bagi mereka.
Ber-taqarrub dengan kedua ism ini menghendaki Anda tidak mengharapkan kemanfaatan dari selain Allah SWT dan tidak minta tolong dari kesulitan kepada selain-Nya.
Khasiatnya
Khasiat ism An Nafi’ adalah, bahwa jika seseorang yang sedang ‘berkumpul’ dengan istrinya berzikir dalam hatinya dengan ism ini, niscaya istrinya akan mencintainya dengan sepenuh hatinya, dan akan dikaruniai anak-anak yang saleh.

setelah membaca......... janggan lupa diamalkan.... n jggn lpa follow @AlfianDevily4nz

 
Copyright © Alfi Blog. Original Concept and Design by My Blogger Themes